Komisi II DPRD Cianjur telah melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke Gudang Lini III Pasir Hayam. (Foto: Istimewa) |
SIGNALCIANJUR.COM- Memastikan ketersediaan pupuk, Komisi II DPRD Cianjur telah melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke Gudang Lini III Pasir Hayam.
Diketahui, hasil sidak menunjukkan bahwa tidak ada kelangkaan pupuk di wilayah tersebut, walaupun warga kerap mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk.
Anggota Komisi II DPRD Cianjur, Azis Muslim, menyatakan bahwa keluhan masyarakat lebih disebabkan oleh kendala distribusi dan prosedur pembelian, bukan karena kelangkaan pupuk.
"Secara stok, pupuk di Cianjur tersedia dan tidak mengalami kelangkaan," katanya, saat dikonfirmasi awak media, Senin (24/3/2025).
Namun, masih diungkapkan dia, masyarakat sering menganggap sulit mendapatkan pupuk karena beberapa faktor. Diantaranya membeli pada waktu yang tidak tepat, misalnya saat kios belum menerima pasokan. Laku, sistem pembelian kini harus melalui aplikasi e-Pubers dan terdaftar dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
"Nah! Hal tersebut menjadi kendala bagi sebagian petani," terang Azis.
Azis mengapresiasi PT Pupuk Indonesia yang telah menyiapkan stok pupuk secara optimal, bahwa alokasi pupuk untuk Kabupaten Cianjur pada tahun 2025 mencapai 74.859 ton.
"Itu dengan distribusi bulanan sebesar 6.238 ton," bebernya.
Sementara itu, hal sama dia menambahkan stok yang wajib disiapkan PT Pupuk Indonesia sebanyak 4.678 ton, namun realisasi stok di Kabupaten Cianjur mencapai 6.119 ton atau 130 persen dari ketentuan minimal dengan jumlah ini, jelas bahwa tidak ada isu kelangkaan pupuk di Cianjur.
"Stok yang tersedia justru melebihi batas minimal yang ditetapkan," tutup Azis. (Red/*)